Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Malaysia Harusnya Malu Terhadap Indonesia

Jalan-jalan ke blog tetangga, ternyata saya menemukan artikel yang menarik. Sehingga perlu untuk merepost ulang. Tidak perlulah kita membenci melaysia, harusnya malah kasihan atau bahkan sedikit berempati kepada tetangga kita yang satu ini karena mereka nyaris ‘tidak punya identitas’. Mau tahu kenapa? Coba lihat alasan berikut ini : 1 .   Kemerdekaan Malaysia diberi oleh Inggris. Indonesia lahir dan jadi bangsa terbesar di dunia dengan cara yang heroik, mengusir bangsa-bangsa imperialis terbesar dunia seperti Belanda, Inggris, Jepang. Soekarno, Bung Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, sejarah Indonesia penuh dengan pahlawan-pahlawan besar. Malaysia merdeka dikasih Inggris dan warga Malaysia tidak antusias untuk kemerdekaannya karena diberi oleh kerajaan Inggris. 2 .   Pusat budaya Melayu adalah Sumatra, Buk an Ma laysia . Melayu awalnya berpusat di Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan Palembang. Dasar kebudayaan ...

Mengapa Hitler Tidak Membantai Habis Kaum Yahudi ??

Adolf Hitler Ketajaman analisa hitler tentang Yahudi menjadi sesuatu yang patut dijadikan pelajaran. Ucapannya yang bermakna saat itu, terbuka dikemudian hari. Walaupun benar atau tidaknya ucapan itu masih menjadi perdebatan tapi jelas ungkapan itu menggambarkan ketajaman analisanya.... Perhatikan sebuah ungkapan yang konon dilontarkan pentolan Nazi, Adolf Hitler berikut. "Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstoren, aber ich lasse ein wenig drehte-on, so knnen sie herausfinden, warum ich sie getotet" "Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka." Dengan ucapannya itu seolah-olah menggambarkan betapa berbahaya dan dahsyatnya bangsa yang ditakdirkan paling pandai dimuka bumi itu. Ungkapan itu bukan hanya ramai diperbincangkan di berbagai jejaring sosial tetapi sudah menjadi bahan diskusi menarik yang patut diacun...

Nazi German Beragama Muslim ??

Kesamaan pandangan tentang Yahudi dan persatuan global membuat Hitler dan Amin al-Husseini bekerjasama. 30 April 1941. Hitler mengirim surat balasan kepada Raja Farouk –raja kesepuluh dari Dinasti Muhammad Ali, yang menggantikan ayahnya, Fuad I, pada 1936– dari Mesir. Surat itu antara lain berisi pernyataan bahwa Hitler, “dengan senang hati akan mempertimbangkan satu kerjasama yang lebih erat,” sebagaimana dikutip John Roy Carlson dalam  Cairo to Damascus . Hitler lalu meminta Farouk mengirim seorang agen rahasia resmi ke tempat “netral” untuk mendiskusikan kerjasama tersebut. Tempat yang disarankan Hitler: Bukares, Rumania, atau Ankara, Turki. Saat itu Perang Dunia II sedang berlangsung. Serupa dengan masa-masa sebelumnya, persaingan antarideologi mendominasi. Ideologi pula yang melatarbelakangi kerjasama Hitler-Muslim. Ada kesamaan pandangan antara Arab dan Nazi. Arab menganggap Inggris dan Prancis, yang menjadi penguasa di kawasan regional Arab pasca-Perjanjia...