Langsung ke konten utama

"Sri Ningsih" Aku Kagum

                Tepat pada hari aku menulis post ini di Blog, aku benar-benar telah mengenal sosok inspiratif yang sangat memukau dan kisahnya membuatku meneteskan air mata. Sri Ningsih, ya dia adalah tokoh dalam novel “Tentang Kamu”- Tere Liye. Sungguh entah aku harus kagum dengan Tere Liye atau kagum dengan Sri Ningsih yang hanya tokoh fiktif. Novel ini benar-benar novel rekomendasi untuk semua kalangan. Untuk orang-orang yang mengalami pesimisme, dendam, sakit hati, dan rendah diri serta yang lainnya akan berfikir bangkit ketika mengenal sosok Sri Ningsih ini.
            Sri Ningsih yang terlahir dengan sebutan “anak terkutuk” telah membuktikan bahwa julukan tersebut salah besar, dia bukan sosok gadis yang hidup sebagai “sendok perak” tapi dia hidup bak karang di pesisir pantai yang koko menerjang badai dan ombak. Ibu yang meninggal saat melahirkannya, ayahnya yang menikah lagi, ayahnya yang meninggal saat berlayar, lalu hidup dibawah siksaan ibu tirinya. Tapi faktanya tuhan memang adil, Sri Ningsih besar dalam sebuah madrasah saat pindah ketika berusia baru belasan tahun bersama adik tirinya. Hidup dalam belaian kasih dari orang-orang asing dalam hidupnya dia tinggal dimadrasah dan bersahabat dengan anak pak kiayi. Tak lama setelah lulus sri kehilangan adik tirinya karena pembantaian PKI. Lalu dia pindah mengadu nasib di Jakarta. Sungguh rasa kagum ku kepada Sri seperti kagum kepada sosok yang nyata. Jatuh bangun Sri di Jakarta, mulai dari berjualan nasi goreng pikulan hingga akhirnya menjadi juragan gerobak yang menjual apapun dengan jumlah karyawan yang banyak. Lalu bangkrut kemudian berjaga toko sembako, lalu menabung untuk membuka bisnis travel untuk para pendatang dari luar negeri. Bisnisnya melecut cepat dan sukses besar kemudian bangkrut. Sri memang berbeda dia hanya menangis tanpa meratapi dan segera bangkit, dia bekerja di pabrik pembuatan sabun, berkat sikap dan sifatnya yang selalu membuat orang kagum dia perlahan lahan naik jabatan. Dia memang tidak pernah puas ilmu dia belajar bagaiamana menjadi pengusaha, dan lain-lainnya. Sehinggal dia memiliki saham 1% dari peusahaan dunia.
            Sri adalah sosok mengagumkan, mengajarkan bagaimana bangkit, bagaimana dia tidak pernah setitik pun memiliki prasangka buruk apa lagi dendam kepada orang lain,bahkan orang-orang yang telah menyakiti dirinya. Sri Ningsih mengajarkan bagaimana kita sebagai manusia bukan hanya berorientasi pada uang semata, dan puas dengan kenyamanan. Tapi Sri mengajarkan bagaimana kita sebagai manusia bermanfaat untuk orang lain, meraih kebahagiaan tidak semata untuk diri sendiri, bagaimana cara menjadi orang yang ketika jatuh 100 kali maka harus bangkit 101 kali. Kagum! Itu yang aku rasakan kepada sosok Sri Ningsih dalam novel Tere Liye. Aku sampai merasakan iri, bagaiamana bisa seorang gadis yang tidak memiliki apapun dan hanya lulusan madrasah terpencil menjadi pemilik 1% saham perusahaan dunia. Kalau ada yang berkomentar tentang rasa kagumku “itu hanya novel, yang semua nasib baik  kita yang buat” , aku bilang itu “Salah!”, justru novel ini membuka fikiran ku bahwa tidak ada yang tidak mungkin, bahkan semua bisa jadi mungkin dengan kerja keras dan usaha.
            Salah satu quote favorite ku adalah “Aku tidak akan pernah menangis sedih karena sesuatu berakhir tapi aku akan bahagia karena suatu hal pernah terjadi” . Aku sontak tersadar bahwa selama ini aku sering mengeluh sedih karena sesuatu yang berakhir atau hilang sari hidupku. Padahal Allah telah berbaik hati mengizinkan ku setidaknya untuk pernah mengenal, pernah tahu, atau pernah mengalami.

            Sri Ningsih versi Tere Liye benar-benar membuatku kagum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya Berpenghasilan

Dear pembacaku, yang sebenarnya ku tak tahu siapa kalian.... Jarang banget ya waktu gue buat nulis, padahal 24 jam gue banyakan depan layar. Kenapa coba rasanya kayak banyak ide bertebaran diatas kepala gue, but i can't action for do it . Hmmm... Jadi kali ini gue mau nyeritain status baru gue. Status yang selama ini selalu gue harapkan. Yang jelas bukan status untuk menjadi istri pejabat wk. Jadi di tanggal 8 Oktober 2018 gue mendapatkan pekerjaan, and you must know, my job doesn't align with my background . Analis Kimia become a Sales. Nyangka gak sih? eh tapi udah hal wajar sih lulusan dikampus gue jadi sales. Ettt tapi bukan sales yang nawarin produknya dari pintu ke pintu di komplek perumahan yak Haha. Jadi gue tuh bekerja sebagai Sales Engineer bahasa kerennya. Kurang lebih Jobdesc gue itu mencari Customer untuk membeli produk gue kemudian setelah itu gue harus mentraining pembeli itu. Untuk produknya masih berhubungan dengan dunia gue sih, produk-produknya bukan ha...

Realitas Budaya 6S Dalam Kampus

            Budaya salam,senyum,sapa,sopan,santun,dan spiritual atau lebih dikenal dengan istilah 6S merupakan budaya yang ada didalam lingkungan kampus. Bahkan dibeberapa kampus secara terang-terangan mewajibkan mahasiswanya menerapkan budaya tersebut,salah satu caranya adalah saat masa orientasi mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan “Ospek”,bahkan 6s ini dijadikan suatu hal yang “wajib bagi calon mahasiswa baru”,jika mahasiswa baru tidak menerapkan 6s kepada sivitas akademik dan kakak seniornya maka dia akan dikenakan hukuman.             Mengapa budaya 6S ini menjadi sesuatu yang familiar dibeberapa lingkungan kampus,dan bahkan familiar juga dilingkungan sekolah maupu perusahaan. Tidak ada yang salah dengan budaya 6S ini,bahkan budaya tersebut sangat mencerminkan karakter bangsa indonesia yang selalu salam menyapa ketika saling bertemu,sopan serta santun. Budaya terse...