Langsung ke konten utama

Akhirnya Berpenghasilan

Dear pembacaku, yang sebenarnya ku tak tahu siapa kalian....
Jarang banget ya waktu gue buat nulis, padahal 24 jam gue banyakan depan layar. Kenapa coba rasanya kayak banyak ide bertebaran diatas kepala gue, but i can't action for do it. Hmmm...

Jadi kali ini gue mau nyeritain status baru gue. Status yang selama ini selalu gue harapkan. Yang jelas bukan status untuk menjadi istri pejabat wk. Jadi di tanggal 8 Oktober 2018 gue mendapatkan pekerjaan, and you must know, my job doesn't align with my background. Analis Kimia become a Sales. Nyangka gak sih? eh tapi udah hal wajar sih lulusan dikampus gue jadi sales. Ettt tapi bukan sales yang nawarin produknya dari pintu ke pintu di komplek perumahan yak Haha. Jadi gue tuh bekerja sebagai Sales Engineer bahasa kerennya. Kurang lebih Jobdesc gue itu mencari Customer untuk membeli produk gue kemudian setelah itu gue harus mentraining pembeli itu. Untuk produknya masih berhubungan dengan dunia gue sih, produk-produknya bukan harga kacangan yak haha, jadi jangan anggep kalau lo bisa jual produk ini setiap hari seperti lo jualan kacang goreng.

Banyak yang bilang kalau gue cocok dipekerjaan ini, padahal gue sendiri masih kayak kehilangan arah dan tak tahu arah jalan pulang, haha nyanyi gue. Eh tapi serius, dunia persalesan tidak seenak yang katanya "Enak ya jalan-jalan", "Enak ya dapet bonusan", "Enak yaa sering ketemu banyak orang", Ah tidak semudah itu gengsss. Eh tapi gue tidak akan meceritakan tidak enaknya bekerja menjadi sales, karena gue fikir membagikan kebahagiaan lebih membahagiakan, haha apasih.

Gue share sedikit deh ya, kalau jadi sales itu, lu gak bisa bekerja monoton, lu gak bisa mengerjakan hal yang sama setiap harinya, karena setiap harinya lu mengahadapi orang yang berbeda-beda, tapi serius itu seru dan menantang ko, jadi jangan anggep ini keburukan menjadi sales ya. Intinya sih tetep syukuri pekerjaan kalian, tekuni, jalanin, ambil baiknya buang buruknya. Lo gak akan tahu apa yang bisa lo dapet dari pekerjaan lo saat ini kalau lo gak ngejalanin dengan ikhlas. Ya kurang lebih seperti itulah hari-hari gue saat ini.

Sekarang yang gue rasain pasca bekerja adalah gue punya penghasilan sendiri. waah bisa beli apapun yang lo mau dong?. Weehh kalimat macam apa itu? haha. In fact engga ko, gue malah lebih irit, karena gue menghargai gimana susahnya cari uang, gimana perjuangannya dapetin pundi-pundi rupiah setiap jam kerjanya. ah lo gak menikmati dong? Hmmmm dibilang gak menikmati juga engga sih, karena gue juga bukan pribadi yang shopping holic sih, ya mana ada sih perempuan yang gak demen belanja, tapi gue masih bisa kontrol dan liat keadaan, Haha berkaca pada keadaan. Percaya deh setelah lo punya penghasilan sendiri, akan banyak orang yang mengharapkan rejeki lo, dan itu hak mereka secara sosial kalau lo punya hati kesana. Pertama Lo pasti gak akan tega kalau orang tua lo gak ngerasain gaji lo tiap bulan, mereka gak minta, tapi gue yakin lo pasti ingin orang tua lo merasakan hasil keringat lo, dan percaya deh itu lebih membahagiakan dibanding lo berhasil beli hp baru pakai uang lo sendiri. Kedua kalau lo punya adik, adik lo akan sangat berharap kalau dia punya sosok kakak yang bisa nambahin uang jajannya atau sekedar ngejajajnin dia. Ketiga, sedekah. Gak wajib sih emang, tapi percaya lagi deh adik sepupu lo, ponakan lo, adalah salah satu manusia yang bisa lo kasih dari secuil rejeki yang lo punya. Ibu gue selalu bilang "Yang kita dapetin ya gimann yang kita beri", ya kalian pasti paham lah apa maksud emak gue. Jadi selagi musih bisa berpenghasilan, jangan orientasiin pendapatan lu hanya untuk diri lo sendiri, karena disela-sela rejeki yang lo dapetin, pasti ada peran orang lain, dan yang utama adalah peran doa orang tua dan orang-orang yang sayang sama lo.

Ya, sekian saja celotehan gue yang gak sedikitpun gue berniat menggurui. Karena pada intinya, berpenghasilan tidak seindah imajinasi kita saat masih sekolah, tapi tidak semenakutkan cerita orang dewasa. "Lakoni ojo nesu", begitulah kira-kira. Junaedi naksir sama asih, terima kasih :D. CIAOOOOO!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Realitas Budaya 6S Dalam Kampus

            Budaya salam,senyum,sapa,sopan,santun,dan spiritual atau lebih dikenal dengan istilah 6S merupakan budaya yang ada didalam lingkungan kampus. Bahkan dibeberapa kampus secara terang-terangan mewajibkan mahasiswanya menerapkan budaya tersebut,salah satu caranya adalah saat masa orientasi mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan “Ospek”,bahkan 6s ini dijadikan suatu hal yang “wajib bagi calon mahasiswa baru”,jika mahasiswa baru tidak menerapkan 6s kepada sivitas akademik dan kakak seniornya maka dia akan dikenakan hukuman.             Mengapa budaya 6S ini menjadi sesuatu yang familiar dibeberapa lingkungan kampus,dan bahkan familiar juga dilingkungan sekolah maupu perusahaan. Tidak ada yang salah dengan budaya 6S ini,bahkan budaya tersebut sangat mencerminkan karakter bangsa indonesia yang selalu salam menyapa ketika saling bertemu,sopan serta santun. Budaya terse...

"Sri Ningsih" Aku Kagum

                 Tepat pada hari aku menulis post ini di Blog, aku benar-benar telah mengenal sosok inspiratif yang sangat memukau dan kisahnya membuatku meneteskan air mata. Sri Ningsih, ya dia adalah tokoh dalam novel “Tentang Kamu”- Tere Liye. Sungguh entah aku harus kagum dengan Tere Liye atau kagum dengan Sri Ningsih yang hanya tokoh fiktif. Novel ini benar-benar novel rekomendasi untuk semua kalangan. Untuk orang-orang yang mengalami pesimisme, dendam, sakit hati, dan rendah diri serta yang lainnya akan berfikir bangkit ketika mengenal sosok Sri Ningsih ini.             Sri Ningsih yang terlahir dengan sebutan “anak terkutuk” telah membuktikan bahwa julukan tersebut salah besar, dia bukan sosok gadis yang hidup sebagai “sendok perak” tapi dia hidup bak karang di pesisir pantai yang koko menerjang badai dan ombak. Ibu yang meninggal saat melahirkannya, ayahnya yang menikah lagi,...