Langsung ke konten utama

Bedah Sabut Kelapa Tua


A.  Sabut Kelapa Tua

1    Klasifikasi dan Deskripsi Kelapa Tua
Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu anggota tanaman palma yang paling dikenal dan banyak tersebar di daerah tropis. Pohon kelapa merupakan jenis tanaman berumah satu dengan batang tanaman tumbuh lurus ke atas dan tidak bercabang. Tinggi pohon kelapa dapat mencapai 10-14 meter lebih,daunnya berpelepah dengan panjang dapat mencapai 3-4 meter lebih dengan sirip-sirip lidiyang menopang tiap helaian.(widya teknik, 2010)
Dalam taksonomi tumbuh-tumbuhan, tanaman kelapa dimasukkan ke dalam klasifikasi sebagai berikut :
Tabel
Kingdom
Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisio
Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub-Divisio
Angiospermae (berbiji tertutup)
Ordo
Palmales
Familia
Palmae
Genus
Cocos
Species
Cocos nucifera L

Tabel Komposisi Buah Kelapa Tua
Komponen
Jumlah Berat (%)
Sabut
25-32
Tempurung
12-13.1
Daging Buah
28-34.9
Air Buah
19.2-25


Komposisi dari sabut kelapa tua disajikan pada tabel berikut
Tabel
Parameter
Kadar (%)
Selulosa
43.4 %
Hemiselulosa
10.25 %
Lignin
45.8 %
Pektin
3.0 %

2.       Komponen Sabut Kelapa Tua
            2.1    Selulosa
            Selulosa merupakan polisakarida yang terdiri atas satuan glukosa yang terikat dengan ikatan β1,4-glycosidic dengan rumus (C6H10O5)n dengan n adalah derajat polimerisasinya. Struktur kimia inilah yang membuat selulosa bersifat kristalin dan tak mudah larut sehingga tidak mudah didegradasi secara kimia/mekanis. Molekul glukosa disambung menjadi molekul besar, panjang, dan berbentuk rantai dalam susunan menjadi selulosa. Semakin panjang suatu rangkaian selulosa, maka rangkaian selulosa tersebut memiliki serat yang lebih kuat, lebih tahan terhadap pengaruh bahan kimia, cahaya, dan mikroorganisme.
            Molekul selulosa seluruhnya berbentuk linear dan memiliki kecenderungan kuat untuk membentuk ikatan hydrogen intra dan inter molekul. Ketersediaan selulosa dalam jumlah besar akan membentuk serat  yang kuat, tidak larut dalam air, tidak larut dalam pelarut organic , dan berwarna putih.
            Dalam aplikasinya selulosa merupakan bagian penting dalam industri seperti, pembuatan kertas, industri tekstil,  bahan baku emulsifier, industri pangan, dan lain-lain. (Rizky Dirga Harya Putera, 2012)


 
Struktur  selulosa ditunjunkkan pada gambar 2.1
                             Gambar 2.1 Struktur selulosa (Lankinen, 2004)
2.2    Hemiselulosa
            Rantai hemiselulosa lebih pendek dibandingkan rantai selulosa, karena derajat polimerisasinya yang lebih rendah. Berbeda dengan selulosa, polimer hemiselulosa berbentuk tidak lurus tetapi merupakan polimer-polimer bercabang dan strukturnya tidak terbentuk kristal. Hal ini yang menjadikan hemiselulosa lebih mudah dimasuki pelarut dan bereaksi dengan larutan disbanding selulosa selama pembuatan pulp. Hemiselulosa bersifat hidrofibil ( mudah menyerap air ) yang mengakibatkan strukturnya yang kurang teratur. Kadar hemiselulosa pada pulp jauh lebih kecil dibandingkan dengan serat asal, karena selama proses pemasakan hemiselulosa bereaksi dengan bahan pemasak dan lebih mudah terlarut dari pada selulosa.
            Hemiselulosa tidak larut dalam air tapi larut dalam larutan alkil encer dan lebih mudah dihidrolisa oleh asam dari pada selulosa (Rizky Dirga Harya Putera, 2012)
2.3      Lignin
            Lignin merupakan senyawa yang sangat kompleks dengan berat molekul tinggi. Lignin terdapat diantara sel-sel dan dalam dinding sel. Dimana fungsi lignin yang terletak diantara sel adalah sebagai perekat untuk mengikat atau perekat antar sel, sehingga tidak dikehendaki. Sementara dalam dinding sel lignin sangat erat hubungannya dengan selulosa dan berfungsi untuk member ketegaran pada sel. Secara alternatif, lignin dapat di hidrolisis dan di ektraksi ataupun diubah menjadi turunan yang larut. Adanya lignin menyebabkan warna menjadi kecoklatan sehingga perlu adanya pemisahan melalui pemutihan. Banyaknya lignin juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan kimia dalam pemasakan dan pemutihan. (Wibisono, 2002).
            Suhu, tekanan, dan konsentrasi larutan pemasak selama proses pulping merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi pelarutan lignin, selulosa, hemiselulosa. Pemakaian suhu diatas 180C menyebabkan degradasi selulosa lebih tinggi, dimana pada suhu ini lignin telah habis terlarut (Casey, 1980).
2.4    Pektin
Pektin merupakan segolongan polimer heterosakarida yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat. Pertama kali diisolasi oleh Henri Braconnot tahun 1825. Wujud pektin yang diekstrak adalah bubuk putih hingga coklat terang. Pektin banyak dimanfaatkan pada industri pangan sebagai bahan perekat dan stabilizer (agar tidak terbentuk endapan).
Pektin pada sel tumbuhan merupakan penyusun lamela tengah, lapisan penyusun awal dinding sel. Sel-sel tertentu, seperti buah, cenderung mengumpulkan lebih banyak pektin. Pektinlah yang biasanya bertanggung jawab atas sifat "lekat" (Jawa: pliket) apabila seseorang mengupas buah. Penyusun utama biasanya polimer asam D-galakturonat, yang terikat dengan α-1,4-glikosidik. Asam galakturonat memiliki gugus karboksil yang dapat saling berikatan dengan ion Mg2+ atau Ca2+ sehingga berkas-berkas polimer "berlekatan" satu sama lain. Ini menyebabkan rasa "lengket" pada kulit. Tanpa kehadiran kedua ion ini, pektin larut dalam air. Garam-garam Mg- atau Ca-pektin dapat membentuk gel, karena ikatan itu berstruktur amorf (tak berbentuk pasti) yang dapat mengembang bila molekul air "terjerat" di antara ruang-ruang.
Penggunaan pektin yang paling umum adalah sebagai bahan perekat/pengental (gelling agent) pada selai dan jelly. Pemanfaatannya sekarang meluas sebagai bahan pengisi, komponen permen, serta sebagai stabilizer untuk jus buah dan minuman dari susu, juga sebagai sumber serat dalam makanan.(wikipedia.com)

Komentar

  1. Tabel Komposisi dari sabut kelapa tua itu sumbernya dari mana ya? fast respond please, makasih sebelumnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya Berpenghasilan

Dear pembacaku, yang sebenarnya ku tak tahu siapa kalian.... Jarang banget ya waktu gue buat nulis, padahal 24 jam gue banyakan depan layar. Kenapa coba rasanya kayak banyak ide bertebaran diatas kepala gue, but i can't action for do it . Hmmm... Jadi kali ini gue mau nyeritain status baru gue. Status yang selama ini selalu gue harapkan. Yang jelas bukan status untuk menjadi istri pejabat wk. Jadi di tanggal 8 Oktober 2018 gue mendapatkan pekerjaan, and you must know, my job doesn't align with my background . Analis Kimia become a Sales. Nyangka gak sih? eh tapi udah hal wajar sih lulusan dikampus gue jadi sales. Ettt tapi bukan sales yang nawarin produknya dari pintu ke pintu di komplek perumahan yak Haha. Jadi gue tuh bekerja sebagai Sales Engineer bahasa kerennya. Kurang lebih Jobdesc gue itu mencari Customer untuk membeli produk gue kemudian setelah itu gue harus mentraining pembeli itu. Untuk produknya masih berhubungan dengan dunia gue sih, produk-produknya bukan ha...

Realitas Budaya 6S Dalam Kampus

            Budaya salam,senyum,sapa,sopan,santun,dan spiritual atau lebih dikenal dengan istilah 6S merupakan budaya yang ada didalam lingkungan kampus. Bahkan dibeberapa kampus secara terang-terangan mewajibkan mahasiswanya menerapkan budaya tersebut,salah satu caranya adalah saat masa orientasi mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan “Ospek”,bahkan 6s ini dijadikan suatu hal yang “wajib bagi calon mahasiswa baru”,jika mahasiswa baru tidak menerapkan 6s kepada sivitas akademik dan kakak seniornya maka dia akan dikenakan hukuman.             Mengapa budaya 6S ini menjadi sesuatu yang familiar dibeberapa lingkungan kampus,dan bahkan familiar juga dilingkungan sekolah maupu perusahaan. Tidak ada yang salah dengan budaya 6S ini,bahkan budaya tersebut sangat mencerminkan karakter bangsa indonesia yang selalu salam menyapa ketika saling bertemu,sopan serta santun. Budaya terse...

"Sri Ningsih" Aku Kagum

                 Tepat pada hari aku menulis post ini di Blog, aku benar-benar telah mengenal sosok inspiratif yang sangat memukau dan kisahnya membuatku meneteskan air mata. Sri Ningsih, ya dia adalah tokoh dalam novel “Tentang Kamu”- Tere Liye. Sungguh entah aku harus kagum dengan Tere Liye atau kagum dengan Sri Ningsih yang hanya tokoh fiktif. Novel ini benar-benar novel rekomendasi untuk semua kalangan. Untuk orang-orang yang mengalami pesimisme, dendam, sakit hati, dan rendah diri serta yang lainnya akan berfikir bangkit ketika mengenal sosok Sri Ningsih ini.             Sri Ningsih yang terlahir dengan sebutan “anak terkutuk” telah membuktikan bahwa julukan tersebut salah besar, dia bukan sosok gadis yang hidup sebagai “sendok perak” tapi dia hidup bak karang di pesisir pantai yang koko menerjang badai dan ombak. Ibu yang meninggal saat melahirkannya, ayahnya yang menikah lagi,...