Hidup adalah sebuah pilihan,begitu juga denganku yang harus memillih.Memilih selamatkan orangtua ku atau hidup bersamanya dalam ketenangan.Aku seorang pureblood yang tak mungkin bersama dengan seorang mudblood seorang muggle,bagi kaumku muggle adalah sesuatu yang tak pantas untuk dihargai,namun aku ingin dia,ingin bersamua dia.Tak bisakah dia menjadi seorang pureblood?
Kini diriku
dikuasai oleh penguasa kegelapan,”dia yang namanya tak boleh disebut” “kau tahu
siapa”,dia telah menguasai aku sepenuhnya,menjadikanku pengikutnya untuk
membantunya membalaskan dendamnya.Andai aku
bisa menolaknya,namun orang tuaku pun dalam genggamannya.Akhir-akhir
ini aku sering berada di kediamannya,untuk rapat bersama para DE lainnya.Rapat
bodoh pun diadakan lagi . sungguh aku tak tahan “Malfoy,apa kau sudah siap
menjadi abdiku,akan loyal terhadapku,tak akan menghianati aku?”
“Yes mr.”
Jawabku dengan penuh kekesalan
“Good,kau
harus mengabdi padaku membantuku menyingkirkan potter itu dan kawan-kawannya,tapi
ingat!kau hanya membantuku,kau tak boleh membunuh potter dengan tanganmu,karena
hanya aku yang akan menghabisinya” ujar Voldemort
“Termasuk
muggle itu?”
“ya tentu
saja,kau fikir dia siapa?dia begitu berbahaya karena selalu melindungi potter
itu,kau harus habisi dia” ujar voldemort
Aku hanya
bisa terdiam, “bicara apa si tua itu? Dia fikir mudah untukku membunuh
mione?mana mungkin aku bisa?” tanyaku dalam hati ini.Kerisauan ini
membuatku bingung,aku pun tak tahu harus melakukan apa.
Esok
harinya,saat semua DE siap menyerang hogwarts kecemasanku pun semakin kuat.
~Perjalanan
Menuju Hogwarts~
“seranggggg...”Seru
dengan semarak membara
Semua
bertempur melawan para DE kecuali murid kelas 1-4 yang diamankan Profesor
Minerva.
Terlihat
Hermione bersama Weasley dan potter itu
“Harry itu
draco,dia pengkhianat itu harry,dia yang membantu voldemort membunuh
dumbledore”ucap Ron
“harry !
jangan balas ke malfoy,dia dipengaruhi voldemort” Bela hermione
Tiba-tiba
lucius malfoy datang menyerang Hermione ,serangan ditujukan padanya
“Avadakadavra” namun draco menghalangi nya,mantra pun menyerang draco
“Expelliriamus”
Harry membalas menyerang lucius.
Hermione
hanya bisa diam menyaksikan draco tergeletak karena menyelamatkan nyawanya.
Kematian
Draco membuat para DE menghentikan
penyerangan lalu pergi membawa jasad draco.Hogwarts pun porak poranda namun penghuni tak bisa tertawa
diatas kematian draco yang dia merupakan murid hogwarts juga,belum lagi murid
slytherin yang benar-benar tidak percaya atas kematian draco yang disebabkan
ayahnya sendiri.
Disaat semua
murid sedang membersihkan hogwarts hermione hanya terdiam dan berkata dalam
hati “apa maksud malfoy itu menyelamatkan aku,ada apa dengannya,bukankah kaum
nya membenci muggle sepertiku?” hermione dihantui rasa penasaran dengan sikap
draco.Hogwarts
kembali aman,namun kekacauan ini tidak hanya berlangsung sekarang sebelum
penguasa kegelapan itu enyah dari dunia sihir ini.
Hermione
kematian ini tidaklah sakit,bukanlah bencana,sakit ini adalah
kebahagiaan,kebahagiaan telah selamatkan ku dari rasa menyesal jika kau mati
ditangan ayahku sendiri.Kini aku sadar “Our Blood is not same” dan tak akan
sama untuk selamanya,semua bahkan berbeda antara kita,aku memang jahat mione
sejahat para DE yang mengabdi pada sang kegelapan itu,dan kau pun tahu aku
adalah salah satu dari DeathEasters itu,Tapi Mione sejahat apapun
sifatku,semirip apapun aku dengan para DE aku tak mungkin tega jika harus
melihatmu mati dihadapanku.
Kini aku
tenang,aku tak lagi harus memilih,Ku harap orangtuaku selalu selamat dan berada
dalam lindungan dan aku berharapa dirimu mione akan bahagia tanpa diriku,tanpa
tahu perasaanku,bahkan jika kau harus bersama weasley itu,”aku rela mione”
karena semua ini berkat darah kita yang tidak sama, “Our Blood is Not Same” ..
Komentar
Posting Komentar