Langsung ke konten utama

Don`t Be Your Self

“Be Your Self!”
Katanya begitu. Tapi kenyataannya kamu tidak bisa hidup dengan kalimat egois itu. Egois? Ya tentu saja egois, apakah kamu bisa hidup dengan hanya menjadi dirimu sendiri. Kalimat itu sungguh egois untuk orang orang yang tahu bahwa diri kita, sikap kita, sifat kita memberikan pengaruh kepada mood orang lain, atau cara pandang orang lain terhadap diri kita. Kenyataannya kamu harus hidup dengan kamu yang membuat nyaman orang lain.

Orangtua, adalah mereka yang menuntut kita untuk tidak “be your self”, mereka merubah banyak sifat asli kita, mereka merubah kita untuk menjadi orang baik versi pendapat mereka. Apa mereka salah? Tentu tidak. Apa kita harus tetap “be my self” tentu tidak. Mereka adalah orang orang yang menuntut kita berubah karena untuk kebaikan kita.

Teman atau sahabat, mereka yang kita kenal baik, atau merekalah yang inginkan kita bahagia sering menuntut kita untuk tidak “be my self”. Mereka ungkapkan apa yang mereka tidak suka dari diri kita. Apa mereka jahat karena itu? Tentu tidak selama sifat itu memang baik untik hidup kita.
Tidak selamanya kita dapat menjadi diri kita sendiri. Jika memang kita memiliki sifat atau kebiasaan buruk apakah kita akan tetep menjadi seperti itu dengan egoisnya. Hidup ini bukan tentang diri sendiri tapi hidup ini juga tentang mereka, orang orang disekeliling kita.

“Be your self!” Kita bisa menjadi diri kita sendiri jika memang sifat dan kebiasaan itu baik dan tidak menyakiti orang lain
Jelas sekali kita harus menjadi diri kita sendiri, menghindari sifat mengikuti orang lain. Kamu sudah cantik dengan hatimu, kamu sudah tampan dengan sikapmu. Hakikat keindahan bukan dari rupa tapi dari apa yang dirasakan.

“Be Your Self!” Bukan lagi tentang dirimu sendiri tapi juga tentang orang orang di sekeliling mu.
_dwtkns_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya Berpenghasilan

Dear pembacaku, yang sebenarnya ku tak tahu siapa kalian.... Jarang banget ya waktu gue buat nulis, padahal 24 jam gue banyakan depan layar. Kenapa coba rasanya kayak banyak ide bertebaran diatas kepala gue, but i can't action for do it . Hmmm... Jadi kali ini gue mau nyeritain status baru gue. Status yang selama ini selalu gue harapkan. Yang jelas bukan status untuk menjadi istri pejabat wk. Jadi di tanggal 8 Oktober 2018 gue mendapatkan pekerjaan, and you must know, my job doesn't align with my background . Analis Kimia become a Sales. Nyangka gak sih? eh tapi udah hal wajar sih lulusan dikampus gue jadi sales. Ettt tapi bukan sales yang nawarin produknya dari pintu ke pintu di komplek perumahan yak Haha. Jadi gue tuh bekerja sebagai Sales Engineer bahasa kerennya. Kurang lebih Jobdesc gue itu mencari Customer untuk membeli produk gue kemudian setelah itu gue harus mentraining pembeli itu. Untuk produknya masih berhubungan dengan dunia gue sih, produk-produknya bukan ha...

Realitas Budaya 6S Dalam Kampus

            Budaya salam,senyum,sapa,sopan,santun,dan spiritual atau lebih dikenal dengan istilah 6S merupakan budaya yang ada didalam lingkungan kampus. Bahkan dibeberapa kampus secara terang-terangan mewajibkan mahasiswanya menerapkan budaya tersebut,salah satu caranya adalah saat masa orientasi mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan “Ospek”,bahkan 6s ini dijadikan suatu hal yang “wajib bagi calon mahasiswa baru”,jika mahasiswa baru tidak menerapkan 6s kepada sivitas akademik dan kakak seniornya maka dia akan dikenakan hukuman.             Mengapa budaya 6S ini menjadi sesuatu yang familiar dibeberapa lingkungan kampus,dan bahkan familiar juga dilingkungan sekolah maupu perusahaan. Tidak ada yang salah dengan budaya 6S ini,bahkan budaya tersebut sangat mencerminkan karakter bangsa indonesia yang selalu salam menyapa ketika saling bertemu,sopan serta santun. Budaya terse...

"Sri Ningsih" Aku Kagum

                 Tepat pada hari aku menulis post ini di Blog, aku benar-benar telah mengenal sosok inspiratif yang sangat memukau dan kisahnya membuatku meneteskan air mata. Sri Ningsih, ya dia adalah tokoh dalam novel “Tentang Kamu”- Tere Liye. Sungguh entah aku harus kagum dengan Tere Liye atau kagum dengan Sri Ningsih yang hanya tokoh fiktif. Novel ini benar-benar novel rekomendasi untuk semua kalangan. Untuk orang-orang yang mengalami pesimisme, dendam, sakit hati, dan rendah diri serta yang lainnya akan berfikir bangkit ketika mengenal sosok Sri Ningsih ini.             Sri Ningsih yang terlahir dengan sebutan “anak terkutuk” telah membuktikan bahwa julukan tersebut salah besar, dia bukan sosok gadis yang hidup sebagai “sendok perak” tapi dia hidup bak karang di pesisir pantai yang koko menerjang badai dan ombak. Ibu yang meninggal saat melahirkannya, ayahnya yang menikah lagi,...