Langsung ke konten utama

Sedikit Berceloteh(Eps.1)



            Sudah sangat lama engga nge-blog. Entah kenapa dapet pencerahan buat nulis. Mungkin udah 3 taun deh ga nulis, tepatnya pas tahun pertama gue kuliah. Banyak banget hal baru yang gue alamin semenjak masuk dunia perkuliahan. Especially terhadap orang-orang disekitar gue dan yang menariknya lagi adalah orang-orang yang engga gue kenal yang selalu bertebaran didunia maya gue.
            Dimasa-masa perkuliahan gue, gue nemuin macem-macem orang, yang dampaknya adalah ke karakter gue juga. Kenapa? Ya karena karakter orang lain yang berinterkasi dengan gue menjadikan diri gue bersikap selaras mungkin dengan mereka. Tujuannya adalah biar hati gue ga tersakiti. Jiaah. Contohnya adalah sifat individualisme. Semenjak kuliah gue ganemuin lagi temen yang mau nemenin gue ke toilet. Konyol sih, tapi itu emang kebiasaan gue semasa gue sekolah. Dimasa masa kuliah kita akan terbiasa dengan kondisi sendirian. Kemana mana serba sendiri, nyari dosen sendiri, belajar terkadang sendiri. Awal masa kuliah gue fikir karena gue yang terlalu menutup diri, but in this case gue udah ngamatin dari beberapa orang dan juga tanya jawab  ke beberapa temen gue. Dan hasilnya ya banyak yang sepemikirian dengan gue, bahwasannya dimasa-masa kuliah kita bakal nemuin banyak manusia manusia mandiri yang melakukan apapun sendiri dan belajar menjadi manusia yang seakan tidak membutuhkan orang lain. Dan karena lingkungan gue seperti itu maka terjadilah pergeseran sifat gue ke diri gue sendiri karena semenjak itu gue mendidik diri gue untuk mandiri dan engga pernah boleh menggantungkan diri gue ke orang lain.
            Ngejalanin masa-masa kayak gitu, jelas susah, padahal gue cuman merantau bogor kabupaten-bogor kota. Tapi homesick selalu jadi dilema gue. Penyebab gue homesick salah satunya adalah lingkungan. Gue yang dulu selalu dikelilingin orang tua dan sahabat-sahabat yang selalu ada buat gue, tapi sekarang gue harus mandiri. Bahkan di semester 2 gue merasa gue ga butuh yang namanya temen. Arti temen disini bukan berarti gue gamau berteman atau bersosialisasi, gue cuman menanamkan diri gue kalau “selama lu bisa lakuin itu sendiri ya lu harus lakuin itu sendiri”. And now gue udah dipenghujung masa-masa kuliah gue dan gue masih menganut prinsip tersebut.
            Sebenernya gue sama sekali engga menutup diri, gue selalu welcome terhadap orang-orang disekitar gue, bahkan terkadang gue mengisi kesenggangan waktu gue dengan mengikuti kepanitaan dikampus. Dan engga tau kenapa gue lebih suka berbincang dengan orang asing. Contohnya temen-temen dikepanitiaan. Karena seringnya mereka adalah hanya orang-orang yang gue cuman kenal namanya. Semua itu hanya segelintir kisah gue gimana cara gue memandang masa masa kuliah gue dan gue sadari sekarang gue akan mulai bertransisi ke masa dimana makhluk individual lebih banyak lagi. Yang gue pelajari dari masa-masa kuliah gue adalah tekanan atau masalah yang diberikan lingkungan terhadap kita selalu mempunya hikmah untuk perbaikan sifat sikap kita. Gue bersyukur dikenalkan dengan lingkungan individualisme saat gue kuliah, karena gue sadar kalau didunia luar gue akan bertemu dengan lebih banyak lagi macam-macam orang yang engga akan bisa gue tebak karakternya. Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya Berpenghasilan

Dear pembacaku, yang sebenarnya ku tak tahu siapa kalian.... Jarang banget ya waktu gue buat nulis, padahal 24 jam gue banyakan depan layar. Kenapa coba rasanya kayak banyak ide bertebaran diatas kepala gue, but i can't action for do it . Hmmm... Jadi kali ini gue mau nyeritain status baru gue. Status yang selama ini selalu gue harapkan. Yang jelas bukan status untuk menjadi istri pejabat wk. Jadi di tanggal 8 Oktober 2018 gue mendapatkan pekerjaan, and you must know, my job doesn't align with my background . Analis Kimia become a Sales. Nyangka gak sih? eh tapi udah hal wajar sih lulusan dikampus gue jadi sales. Ettt tapi bukan sales yang nawarin produknya dari pintu ke pintu di komplek perumahan yak Haha. Jadi gue tuh bekerja sebagai Sales Engineer bahasa kerennya. Kurang lebih Jobdesc gue itu mencari Customer untuk membeli produk gue kemudian setelah itu gue harus mentraining pembeli itu. Untuk produknya masih berhubungan dengan dunia gue sih, produk-produknya bukan ha...

Realitas Budaya 6S Dalam Kampus

            Budaya salam,senyum,sapa,sopan,santun,dan spiritual atau lebih dikenal dengan istilah 6S merupakan budaya yang ada didalam lingkungan kampus. Bahkan dibeberapa kampus secara terang-terangan mewajibkan mahasiswanya menerapkan budaya tersebut,salah satu caranya adalah saat masa orientasi mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan “Ospek”,bahkan 6s ini dijadikan suatu hal yang “wajib bagi calon mahasiswa baru”,jika mahasiswa baru tidak menerapkan 6s kepada sivitas akademik dan kakak seniornya maka dia akan dikenakan hukuman.             Mengapa budaya 6S ini menjadi sesuatu yang familiar dibeberapa lingkungan kampus,dan bahkan familiar juga dilingkungan sekolah maupu perusahaan. Tidak ada yang salah dengan budaya 6S ini,bahkan budaya tersebut sangat mencerminkan karakter bangsa indonesia yang selalu salam menyapa ketika saling bertemu,sopan serta santun. Budaya terse...

"Sri Ningsih" Aku Kagum

                 Tepat pada hari aku menulis post ini di Blog, aku benar-benar telah mengenal sosok inspiratif yang sangat memukau dan kisahnya membuatku meneteskan air mata. Sri Ningsih, ya dia adalah tokoh dalam novel “Tentang Kamu”- Tere Liye. Sungguh entah aku harus kagum dengan Tere Liye atau kagum dengan Sri Ningsih yang hanya tokoh fiktif. Novel ini benar-benar novel rekomendasi untuk semua kalangan. Untuk orang-orang yang mengalami pesimisme, dendam, sakit hati, dan rendah diri serta yang lainnya akan berfikir bangkit ketika mengenal sosok Sri Ningsih ini.             Sri Ningsih yang terlahir dengan sebutan “anak terkutuk” telah membuktikan bahwa julukan tersebut salah besar, dia bukan sosok gadis yang hidup sebagai “sendok perak” tapi dia hidup bak karang di pesisir pantai yang koko menerjang badai dan ombak. Ibu yang meninggal saat melahirkannya, ayahnya yang menikah lagi,...